Kesaksian (1)
July 25th, 2007Kesaksian mantan peramal dan ahli Hong Sui
(Jong Khim Long / Tjuk Lin Tse / Yusuf )
Nama asli saya adalah Tjong Khim Long/ Tjuk Lin Tse alias Yusuf. Tjuk
Lin Tse adalah nama praktek saya. Saya berasal dari Kalimantan Barat
dan sudah menetap di Jakarta selama 21 tahun sebagai seorang Sinshe.
Saya juga masuk dalam ikatan Sinshe-sinshe di Indonesia. Sebagai
peramal nasib, saya mulai dengan memasang tarip sebesar Rp. 500, untuk
setiap pasien. Tarip terakhir sebelum saya bertobat, yaitu tahun 1988
sebesar Rp. 150.000, setiap pasien untuk waktu 1/2 jam. Pasien saya
begitu banyak sampai harus menunggu giliran 2-3 bulan, bahkan 4 bulan
untuk diramal nasibnya.
Selama 21 tahun saya tidak pernah memasang iklan, tetapi dapat menjadi
begitu terkenal dan saya mempunyai 46 orang murid, baik di dalam maupun
di luar negeri, terdiri dari 34 pria dan 12 wanita: Murid yang paling
jauh dari Canada, sedangkan yang paling dekat dari Singapore dan
Malaysia. Yang dari Indonesia terpencar dari berbagai daerah. Setiap
murid harus membayar antara 9-10 juta rupiah pada saat itu. Mereka
belajar hal meramal nasib, melihat Hong Sui,membuat Hoe dan Pak Kwa
1. Cara meramal nasib
Sekarang saya mau menerangkan bagaimana saya meramal nasib. Sewaktu
pasien mendaftar dan tiba gilirannya untuk diramal maka pada saat
pasien datang, saya dapat mengetahui persoalan apa yang terjadi yang
menyebabkan pasien tersebut mencari saya; baik itu masalah usaha,
masalah rumah tangga dan lain-lain. Saya juga dapat mengetahui penyakit
apa yang diderita oleh pasien tersebut atau penyakitnya mengharuskan
dia dioperasi dan barapa kali dia sudah dioperasi saya dapat
mengetahuinya. Lebih dari itu, anak-anaknya dengan tanda-tanda yang ada
pada tubuhnya laki-laki atau perempuan, janda atau duda dan lain-lain,
semuanya dapat saya ketahui.
Sebenarnya itu bukan karena kehebatan saya, sebab cara saya meramal
berasal dari ilmu keturunan nenek moyang saya, bukan karena mempelajari
buku-buku. Sejak kecil saya sudah dilatih dengan sembahyang, puasa
serta membaca manntra-mantra.
Pada saat saya menghadapi pasien untuk diramal, sebenarnya roh yang
pada pasien itulah yang telah memberitahu kepada roh yang mengikuti
saya.
Murid saya yang belum sepenuhnya luluspun sudah dapat disertai dengan
roh yang dapat memberitahukan segala sesuatu kepadanya. Dengan adanya
roh dari pasien yang memberitahukan kepada roh yang mengikuti saya,
kemudian mamberikan firasat kepada saya, maka saya berani menyampaikan
ramalan nasib pasien saya secara tepat.
Lalu bagaimana saya yang memiliki latar belakang kehidupan yang
sedemikian, dapat percaya kepada Tuhan Yesus, padahal sebelumnya saya
sama sekali tidak dapat percaya kepada Tuhan Yesus. Menurut pendapat
saya sebelumnya, Tuhan Yesus tidak sebangsa dengan saya, bagaimana Dia
dapat membawa saya ke Sorga? Mimpipun tidak mungkin, pikir saya. Saya
mengatakan, bahwa Alkitab adalah tulisan manusia, bukan secara langsung
dijatuhkan dari langit. Namun ternyata saat ini saya dapat menjadi
orang yang lebih percaya kepada Tuhan Yesus, lebih daripada sebagian
orang-orang Kristen. Saya menjadi Kristen bukan melalui kesaksian Orang
Kristen, bahkan seandainva ada yang menyodorkan 100 juta rupiah
sekalipun supaya saya mau menjadi orang Kristen, saya akan menolaknya.
Saya dapat percaya kepada Tuhan Yesus melalui satu proses yang panjang
dari Tuhan sendiri.
2. Kenapa saya dapat percaya kepada Tuhan Yesus ?
Tgl. 01 Pebruari 1988 itulah titik awal di mana saya mulai percaya
kepada Tuhan Yesus. Setiap manusia memiliki cinta kasih dan melalui hal
inilah saya dapat mengenal Tuhan Yesus. Cinta kasih yang akan saya
paparkan di sini adalah cinta kasih antara suami istri. Pada tgl.23
Maret 1987 isteri saya telah meninggal dunia karena penyakit tidak
nafsu makan. Meskipun saya seorang Sinshe, saya tidak pernah membuka
resep untuk isteri saya, melainkan menghubungi Sinshe lain yang
terkenal untuk membukakan resep untuk istri saya.
Di rumah saya ada satu kamar yang keadaannya seperti layaknya sebuah
kelenteng, 21 tahun yang lalu patung yang saya sembah itu dapat
bergerak dan selama isteri saya sakit, saya menyembah kepada
berhala-berhala itu. ternyata hasilnya tidak ada,demikian juga
usaha-usaha saya yang lain bagi kesembuhan isteri saya. Terakhir isteri
saya masuk rumah sakit, tetapi dokter tidak dapat menemukan penyakit
apa yang diderita oleh istri saya.
Hasil check up secara menyeluruhpun mengatakan bahwa isteri saya sehat,
tidak ada sesuatu penyakit. Saat itu keadaan isteri saya setiap hari
hanya dapat makan sebanyak dua (2) sendok, jika ditambah
satu(l)sendok lagi dia akan muntah. Setelah menghadapi jalan buntu,
isteri saya menyatakan bahwa dia menerima Tuhan Yesus dan percaya
kepadaNya.
Meskipun saya sama sekali tidak percaya kepada Tuhan Yesus, namun
karena rasa cinta kasih saya kepada isteri, saya terpaksa
mengijinkannya.
Pada saat istri saya percaya kepada Tuhan Yesus, dia tidak didoakan
oleh siapa-siapa, hanya seorang putra dan putri saya yang belum Kristen
pada saat itu. Setelah didoakan, pada malam itu isteri saya dapat tidur
dengan nyenyak. Keesokan harinya, ketika dia bangun, wajahnva begitu
berseri-seri dan sejak itu setiap malam dia dapat tidur dengan tenang.
Di lain pihak ternyata hal itu justru membuat saya tidak dapat tidur.
Kenapa dapat terjadi hal yang demikian?Bayangkan, isteri saya sudah
percaya kepada Tuhan Yesus, tetapi di rumah saya masih penuh dengan
berhala. Menurut ramalan saya dalam waktu 8-10 hari lagi istri saya
akan pulang ke rumah dan situasi rumah yang demikian jelas akan
merupakan satu persoalan untuknya.Sebagai orang yang percaya Tuhan
Yesus, isteri saya akan mengucapkan "Haleluyah dan Puji Tuhan",
sedangkan saya masih harus mengucapkan kata-kata untuk berhala.
Perbedaan hidup yang demikian jelas akan mendatangkan suasana yang
tidak baik.
3. Berhala-berhala dirumah saya di hancurkan
Segera saya mengumpulkan murid-murid saya untuk mengadakan rapat,
tetapi mereka juga tidak dapat memberikan satu usul tepat sebagai jalan
keluarnya. Namun karena rasa cinta kasih saya, segala macam berhala itu
kemudian saya hancurkan, termasuk patung yang dapat bergerak dari zaman
dinasti Ming tersebut. Kira-kira 6 jam sebelum isteri saya meninggal
dunia, dokter baru dapat menemukan bahwa isteri saya terkena penyakit
kanker usus yang sebelumnya kami mengira hanya wasir saja.
Saat isteri saya meninggal dunia saya belum percaya kepada Tuhan Yesus,
namun dikarenakan isteri saya sudah percaya kepada Tuhan Yesus, upacara
kematiannya diadakan secara Kristen dan kemudian setiap malam hari
diadakan kebaktian penghiburan di rumah untuk beberapa waktu saya
terpaksa mengikuti berdoa di dalam nama Tuhan Yesus dan mendengarkan
tentang perihal Tuhan Yesus yang menyelamatkan dan memberikan Sorga
kepada orang yang percaya kepadaNya.
Saya ingin sekali mengetahui di mana isteri saya, di Sorga atau di
Neraka. Menurut kata orang-orang Kristen dan pendeta-pendeta, isteri
saya ada di Sorga, tetapi bagaimana mereka dapat memberikan bukti
kepada saya. Tidak ada orang yang pernah ke Sorga dan kembali serta
memberitahukan kepada saya, bahwa isteri saya ada disana.
4. Mengikuti seminar pertumbuhan gereja di Korea Selatan
Pada bulan Agustus 1987 di Korea Selatan diadakan Seminar Pertumbuhan
Gereja bagi orang-orang Asia dan kami sekeluarga yang bejumlah 7 orang
ikut mendaftarkan diri. Saya hanya mengikuti acara-acara tersebut,
tetapi tidak mengikuti kebaktiannya. Banyak Gereja-gereja di Asia
mengirimkan utusannya ke Korea tapi saya ikut datang ke sana hanya
untuk mengetahui tentang Tuhan Yesus saja.
Saya mempunyai 4 orang anak, seorang putra dan 3 orang putri. Putri
saya yang sulung bisu tuli sama sekali tidak dapat mendengar meski ada
bunyi petasan sekalipun. Putri sulung saya yang demikian juga saya ajak
ke Korea. Kami juga pergi ke Bukit Doa di mana berduyun-duyun orang
yang datang ke sana. Saat itu ada 163 orang dari Indonesia yang pergi
ke sana termasuk saya sekeluarga. Di sana ada gua-gua untuk berdoa dan
saya hanya sekedar mau tahu saja tentang gua-gua tersebut.
Saya sudah antri tetapi tidak pernah mendapat giliran. Di sana saya
bertemu seorang penatua yang berasal dari Taiwan. Saya melihat dia
berdoa untuk menyembuhkan orang-orang sakit tanpa mantera-mantera atau
obat, hanya berdoa dalam nama Tuhan Yesus. Ada seseorang yang tangannya
selisih panjang pendek, setelah didoakan dalam nama Tuhan Yesus, tangan
yang pendek dapat menjulur keluar menjadi sama panjang !Saya juga
adalah mantan pemain akrobat dan tukang sulap, tetapi apa yang saya
lihat ini bukan sulapan.
Kemudian saya meminta kepada penatua tersebut untuk menyembuhkan anak
saya yang sulung. Dia menjawab bahwa dirinya tidak dapat menyembuhkan,
yang diandalkan hanya kuasa dari Tuhan Yesus. Kesempatan inilah saya
pergunakan untuk dapat melihat bagaimana kuasa Tuhan Yesus tersebut.
Penatua itu meletakkan kedua jarinya di telinga anak saya lalu berdoa.
Dia mengatakan, bahwa di dalam nama Tuhan Yesus anak ini harus dapat
mendengar dan dapat berkata-kata Amin.
Pada saat penatua itu selesai berdoa, dia memetikkan tangannya di
belakang anak saya, anak saya sudah dapat mendengar. Peristiwa itu
betul-betul membuat hati saya terharu, sebab 31 tahun putri sulung saya
tidak pernah mendengar sesuatu suara apapun. Sekarang dia dapat
mendengar hanya melalui doa. Penatua itu mengajarkan putri saya untuk
mengucapkan kata-kata "Haleluyah" dan putri saya dapat mengikutinya
meskipun dengan ucapan yang belum sepenuhnya tepat. Saat itu saya
rasakan diri saya seperti orang udik yang pertama kali datang ke kota.
saya merasakan kebesaran Tuhan Yesus.
5. Saya mulai merasakan kuasa Tuhan Yesus yang heran
Dari Korea saya kembali ke Indonesia mampir di Taiwan dan Hongkong.
Biasanya setiap kali saya berada di Singapore atau Taiwan selalu
didatangi banyak orang yang ingin diramal nasibnya, sehingga tidak
dapat pergi ke mana-mana. Tetapi seat itu tidak ada yang mengetahui
kedatangan saya di Taiwan sehingga saya dapat pergi ke tempat rekreasi
Wu Lay. Ketika saya kembali dari tempat rekreasi tersebut, ternyata
kaki saya menjadi bengkak, lebih besar dari sepatu saya. Dikarenakan
jadwal penerbangan yang sudah diatur maka dari Taiwan saya mampir ke
Hongkong dengan kaki yang bertambah bengkak lagi.
Saya sempat berpikir jika demikian jangan-jangan saya harus menenteng
sepatu saya sampai ke Indonesia. Oleh karena itu saya memanggil kedua
putri saya untuk mendoakan saya. Setelah didoakan dalam nama Tuhan
Yesus ternyata belum terlihat hasilnya, didoakan kedua kali juga belum
tampak adanya perubahan, sehingga saya katakan biar sajalah, saya mau
tidur saja tetapi keesokan harinya ketika saya bangun ternyata kaki
saya sudah sembuh.
Dengan penuh sukacita saya pulang ke Indonesia bukan dengan menenteng
sepatu, tetapi memakai sepatu.Saat itu saya belum mau percaya juga
kepada Tuhan Yesus dan sesampai di Indonesia saya teruskan pekejaan
saya sebagai peramal nasib. Saat itu saya juga mengidap penyakit
kencing manis dan tekanan darah tinggi kronis. Dengan keadaan tersebut
saya ingin dapat mengetahui lebih jauh sampai dimana kuasa dari Tuhan
Yesus.
Saya sudah tidak mau makan obat lagi melainkan saya memanggil putra dan
putri saya untuk mendoakan saya. Setelah berdoa saya pergi ke dokter
untuk check up. Dokter menanyakan selama satu bulan saya tidak periksa
itu telah berobat ke mana? Dokter terheran dengan hasil check up. Saya
jawab, bahwa saya tidak berobat ke mana-mana. Dokter itu tidak percaya,
tanpa berobat bagaimana mungkin penyakitnnya dapat sembuh dan normal
seperti itu, baik kencing manis maupun tekanan darah saya sudah normal
kembali.
Dulu tekanan darah saya untuk turun menjadi 150 saja sulit, tetapi
sekarang dapat menjadi 130 - 85. Hal itu semakin membuat saya tahu
bahwa ada kuasa yang besar di balik doa . Saya mau tidak mau harus
mengakui kebesaran Tuhan Yesus, tetapi saya belum dapat percaya
sepenuhnya kepadaNya, masalahnya adalah terletak pada pekerjaan saya
sebagai peramal yang dengan begitu mudah dapat menghasilkan uang. Saat
itu dalam sehari saja dapat memperoleh hasil 500-600 ribu rupiah
padahal tanpa modal.Jika saya harus percaya kepada Tuhan Yesus, jelas
pekerjaan saya tersebut harus saya tinggalkan dan saya tidak dapat
mencari uang.
Posisi saya memang terjepit, sehingga saya memilih untuk tetap menjadi
peramal nasib. Dan satu hal yang aneh ternyata juga banyak orang
Kristen yang mau diramal nasibnya. Hal itu saya ketahui sebab
sepulangnya saya dari Korea saya membeli 100 buah Alkitab dan setiap
pasien yang datang kepada saya, saya berikan sebuah Alkitab, di antara
:mereka ada yang menyatakan, bahwa dirinya sudah memiliki
Alkitab, berarti mereka adalah orang Kristen, mereka percaya kepada Tuhan Yesus.
Ketika saya menanyakan kepadanya apakah Tuhan Yesus tidak menolong? Dia
menjawab, bahwa dulu Tuhan Yesus menolong, tetapi sekarang tidak. Saya
menasehati mereka, bahwa mereka pasti ada sesuatu kesalahan dan saya
anjurkan segera kembali sungguh-sungguh datang kepada Tuhan . Saya
bersaksi kepadanva bahwa saya yang paling tidak percaya, ternyata Tuhan
Yesus masih mau menolong saya. Saat itu ramalan saya semakin terkenal,
banyak juga orang-orang Kristen yang mau tahu, karena ada peramal yang
membagikan Alkitab. Mereka menyatakan, bahwa di dunia ini sayalah
satu-satunya peramal yang demikian.
6. Sekarang saya bertobat sungguh-sungguh
Untuk mengakhiri kesaksian saya, pada tgl. 01 Pebruari 1988 pukul 01.00
barulah saya percaya kepada Tuhan Yesus dengan sungguh-sungguh. Hari
itu saya selesai melihat dua Hong Sui dan yang terakhir di Pondok
Indah, suatu tempat yang begitu luas baik tanah dan bangunannya. Ketika
tiba di sana, hujan turun dengan lebatnya, sehingga saya kesulitan
untuk turun dari mobil. Saya membawa kompas, tetapi dari dalam mobil
jarum penunjuk tidak dapat menunjuk dengan tepat,sehingga saya terpaksa
turun dengan payung untuk melihat tempat tersebut. Sepulangnya dari
sana, kira-kira sudah jam 20.00, setelah makan lalu tidur karena badan
terasa sudah kurang enak.
Tengah malam saya terbangun dengan pernafasan yang tidak lancar alias
sesak. Sebagai seorang Sinshe saya tahu bahwa ini merupakan gangguan
jantung. Rasanya saya sudah tidak tahan, udara yang keluar terasa lebih
banyak dari yang saya hirup dan dengan situasi yang demikian, saya
sadari dalam waktu 5-10 menit saya akan meninggal dunia. Di saat yang
demikian, saya teringat kuasa doa dan mulailah saya berlutut di atas
tempat tidur, berdoa kepada Tuhan Yesus supaya melalukan masa kritis
tersebut.
Sehingga saya dapat melihat hari esok. Setelah "Amin" ternyata hasilnya
tidak ada,bahkan pernafasan saya terasa bertambah sesak.
Saya mengulangi lagi dengan berlutut dan berdoa kepada Tuhan Yesus dan Amin lagi, ternyata hasilnya juga tidak ada.
Hati saya menjadi sedemikian sesak dan menurut perhitungan, sisa waktu tinggal kira-kira dua menit lagi.
Waktu yang pendek itulah yang akan menentukan saya masih dapat hidup
atau harus meninggalkan dunia ini. Dalam keadaan demikian untuk kembali
menyembah berhala pada saat seperti itu sudah tidak memungkinkan ,
sebab semua berhala sudah tidak ada lagi, sehingga satu-satunya jalan
adalah saya harus kembali berlutut dan berdoa kepada Tuhan Yesus.
Situasi sudah sedemikian gawat, saya tidak hanya berdoa supaya
disembuhkan, bahkan saya berjanji jika saya disembuhkan saya mau
percaya dan menurut kepada Tuhan Yesus, bersaksi dan melayani Tuhan
Yesus, meninggalkan segala profesi lama saya.Saat itu saya yakin, bahwa
Tuhan Yesus hadir di depan saya. Seperti biasanya saya mengakhiri doa
dengan kata "Amin",tetapi heran saya, baru mengucapkan kata "A", belum
sampai "MIN", pernapasan saya sudah lancar dan sembuh secara sempurna.
Rasanya tubuh saya begitu segar seperti menjadi muda kembali dan saya
dapat merasakan sukacita besar yang belum pernah saya alami selama 61
tahun saya hidup di dunia ini. Sejak saat itulah saya betul-betul
percaya kepada Tuhan Yesus. Saya adalah orang yang berpegang teguh
kepada janji, sebab itu saya juga menepati janji saya kepada Tuhan
Yesus.
Tgl. 01 April 1988 saya mengumumkan, bahwa praktek meramal nasib, serta
Hong Sui saya tutup meskipun masih banyak orang yang minta diramal,
bahkan yang dari Taiwan, Singapore atau Malaysia. Tuhan mengasihi semua
manusia, tetapi sayang hanya sedikit yang mau mengasihi Tuhan Yesus.
Saya merasa sangat berhutang kepada Tuhan Yesus yang begitu mengasihi
saya dan saya ingin dapat membalas kasihNya.
Saya himbau Anda, kenalilah Tuhan YesusKristus, Percaya dan terimalah
Dia dengan bulat hati. Percayalah kepadaNya senantiasa dengan 100%
jangan 99%, maka hidup Anda diselamatkan, disembuhkan, diPulihkan di
Dunia maupun di Sorga. Kiranya melalui kesaksian ini, ini dapat berguna
bagi Anda dalam menguatkan iman semua saudara seiman. AMIN.
Yohanes 3:16 : Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga
Ia telah mengaruniakan AnakNya yang tunggal, supaya setiap orang yang
percaya kepadaNya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.
Yohanes 14:6 : Kata Yesus kepadanya:"Akulah jalan dan kebenaran dan
hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak
melalui Aku".
Ibrani 2: 3-4 : Bagaimanakah kita akan luput, jikalau kita
menyia-nyiakan keselamatan yang sebesar itu, yang mula-mula diberitakan
oleh Tuhan dan oleh mereka yang telah mendengarnya, kepada kita dengan
cara yang dapat dipercayai sedangkan Allah meneguhkan kesaksian mereka
oleh tanda-tanda dan mujizat-mujizat dan oleh berbagai-bagai penyataan
kekuasaan dan oleh Roh Kudus, yang dibagi-bagikanNya menurut
kehendakNya.
Ibrani 4:17b : "Pada hari ini, iika kamu mendengar suaraNya, janganlah keraskan hatimu!"
Kisah Para Rasul 4:12 : "Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun
juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada
nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat
diselamatkan."
Yohanes 1:12 : Tetapi semua orang yang menerimaNya diberinya kuasa
supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang parcaya dalam
NamaNya.
Amin.
mengutip dari http://www.akupercaya.com/forum/kesaksian/1470-kesaksian-mantan-peramal-dan-ahli-hong-sui.html